Keluarga

5 Keuntungan Finansial Memiliki Buah Hati Di Usia Muda

memiliki-anak-di-usia-muda
memiliki-anak-di-usia-muda

memiliki-anak-di-usia-muda

Kini banyak wanita yang baru berusia 20 tahun hingga 25 tahun yang sudah memutuskan untuk menikah dan memilih tidak menunda memiliki momongan.

Rupanya memiliki buah hati lebih awal, atau di rentang usia 20an dapat mengurangi beban finansial di kemudian hari.

Jika dipikir secara logika, maka dengan memiliki anak maka akan bertambah jumlah anggota keluarga serta tanggungan yang dipikul.

Namun ternyata memiliki anak sejak dini setelah menikah justru akan mendatangkan keuntungan finansial yang luar biasa.

Untuk itulah, bagi Anda wanita berusia 20an yang berencana akan menikah dalam waktu dekat, jangan ragu lagi untuk segera memiliki momongan setelah menikah.

Rupanya 4 keuntungan finansial di bawah ini menjadi alasan kuat bagi Anda untuk memiliki buah hati lebih di usia muda.

1. Terhindar Dari Terganggunya Persalinan

Wanita yang melahirkan di usia lebih dari 30 tahun akan cenderung mengalami masalah dalam persalinannya. Sedangkan wanita yang melahirkan di usia 20-an akan sedikit mengalami resiko dalam persalinan sehingga bisa dikatakan persalinannya aman.

Jadi jika Anda memutuskan untuk memiliki anak di usia 20an, Anda tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk proses persalinan Anda yang sulit.

Kesulitan proses melahirkan biasanya ditangani dengan tindakan dokter seperti sectio caesario, induksi, dan lain sebagainya yang tentu saja menguras biaya yang tidak sedikit.

2. Meminimalisir Komplikasi Ketika Hamil

Selain jarang yang bisa melahirkan normal, wanita yang melahirkan diatas usia 30 tahun juga beresiko terkena komplikasi kesehatan pada saat hamil.

Biasanya komplikasi tersebut berupa diabetes, tekanan darah tinggi, dan juga stress. Masalah komplikasi ini tentu saja menghambat jalannya kehamilan.

Selain itu, Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk mengobati segala jenis penyakit yang timbul dari kehamilan tersebut. Padahal, jika kehamilan direncanakan lebih awal, maka resiko komplikasi kehamilan dapar diminimalisir dengan baik.

3. Lebih Kreatif Dan Produktif

Memiliki anak di usia muda atau rentang usia 20 hingga 25 tahun membuat Anda tetap kreatif dan produktif, meskipun telah memiliki buah hati.

Anda tidak merasa keletihan dalam mengurus anak meskipun tingkah anak sudah mulai aktif. Hal ini dikarenakan Anda masih memiliki stamina dan energi yang prima di usia Anda yang masih tergolong muda sebagai orang tua.

Keuntungannya, meskipun Anda tidak bekerja di kantor sekalipun, Anda masih memiliki kekuatan untuk produktif dan menghasilkan uang.

Misalnya, Anda tetap dapat membuka bisnis di tengah kesibukan mengurus anak, menjadi penulis, maupun kegiatan produktif lain di sela waktu Anda yang harus dihabiskan bersama anak.

Jika Anda bekerja di kantor sekalipun., Anda masih tetap memliki energi untuk bermain dengan anak saat pulang dari kentor. Hal ini berbeda dengan ibu berusia 30an keatas yang tentunya memiliki stamina yang tidak kuat lagi.

4. Lebih Menikmati Masa Tua

Ketika Anda sudah memasuki usia pensiun nanti, Anda akan lebih bahagia dan menikmati masa tua Anda. Pasalnya, jarak usia Anda dengan anak tidak terlalu jauh.

Jadi bisa saja ketika Anda pensiun, semua anak Anda sudah “mentas” semua sehingga Anda tidak memiliki beban finansial lagi untuk menyekolahkan mereka.

Bahkan, jika anak sudah bekerja dan mendapatkan uang sendiri, anak Anda pasti akan memberikan sebagian penghasilannya kepada Anda. Secara otomatis, Anda akan menikmati masa tua dengan lebih menyenangkan.

Sumber

Most Popular

To Top