Tips dan Trik

Cara Mengawetkan Bambu dengan Bahan Alami dan Kimia

Cara Mengawetkan Bambu dengan Bahan Alami dan Kimia

Bambu adalah salah satu jenis rumput-rumputan yang sering digunakan sebagai bahan bangunan, perabotan rumah, alat musik dan berbagai kebutuhan lain. Sayang daya tahan bambu sangat pendek, di Indonesia biasanya hanya bertahan sekitar 6 bulan hingga 3 tahun saja.

Dalam bambu terdapat banyak sekali zat gula dan tidak ada zat racun sehingga sangat disukai oleh serangga. Tidak heran jika hama seperti rayap dan kumbang sering menggerogotinya. Maka dari itu jangan kaget jika bambu yang tidak diberi treatment khusus bisa rapuh dan lapuk lebih cepat.

Bambu yang sudah rusak tidak mungkin diperbaiki agar kembali kokoh seperti semula. Terus Bagaimana cara mengawetkan bambu agar lebih tahan lama?

Waktu Tepat untuk Memanen Bambu

Hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan bambu yang tahan lama adalah memanen pada waktu yang tepat dimana batang bambu sudah mengeras. Untuk itu kita harus mengetahui siklus tumbuhnya,

  • Bambu akan mencapai tinggi maksimum dalam satu musim tumbuh (3 hingga 4 bulan)
  • Pada tahun berikutnya dinding batang yang memiliki pulp mulai mengeras
  • Pada tahun ketiga, batang makin keras
  • Pada tahun kelima, mulai muncul jamur pada bagian luar dan mampu menembus batang sehingga menyebabkan pembusukan
  • Sekitar tahun kedelapan batang bambu membusuk dan ambruk

Bambu adalah tumbuhan yang unik, setelah tahun pertama tidak akan bertambah tinggi ataupun batangnya membesar. Waktu yang paling tepat untuk memanen adalah ketika bambu telah berumur 3 hingga 7 tahun tergantung jenis dan kondisi lingkungan, pastikan sudah mengeras dan belum terlihat tanda jamur.

Ada  tips yang diambil dari kompasania tentang waktu terbaik untuk memanen bambu. Menurut narasumber bernama Frans disebutkan bahwa sebaiknya kita memotong batang bambu di jam 14.00 hingga 16.00 waktu setempat.

Ketika pagi hari bambu masih menyerap sinar matahari dan melakukan fotosintesis. Proses ini terjadi dari mulai matahari terbit hingga sekitar jam 14.00, setelah itu bambu akan menyerap nutrisi dan mengedarkannya seluruh batang. Karena itulah sebaiknya bambu dipanen di sore hari.

Cara Mengawetkan Bambu secara Alami

Di Indonesia bambu sudah digunakan sebagai bahan bangunan sejak dulu kala. Tidak heran jika banyak sekali metode tradisional pengawetan bambu dengan bahan alami, berikut ini adalah contohnya:

  • Perendaman dalam Air

Metode ini cukup sering dipakai dan tidak memerlukan banyak uang. Kita cukup merendamnya dalam kolam, parit, sungai ataupun sawah selama 3-4 bulan. Setelah dirasa cukup tinggal dijemur hingga kering.

Bambu yang direndam akan menjadi lebih kokoh dan lebih tahan cuaca. Kelemahan terbesar dari metode ini adalah bambu yang diawetkan akan mengeluarkan bau tidak sedap.

  • Pengasapan

Metode pengasapan memang sudah sangat terkenal sebagai pengawetan tradisional. Kita mengawetkan bambu dengan menaruhnya di atas perapian, asap panas akan mengurangi kelembaban bambu.

Batang bambu yang sudah kering memiliki kemungkinan yang sangat kecil mengalami kerusakan karena jamur ataupun mikroorganisme. Sayangnya pengasapan membutuhkan banyak bahan bakar.

  • Pembakaran

Dalam metode ini bambu sedikit dipanaskan dengan suhu tinggi sehingga sebagian zat gula akan berubah menjadi karbon. Hasilnya para serangga tidak akan mau mendekatinya. Sama halnya dengan pengasapan, bambu juga berkurang kadar airnya sehingga serangan biologis pun terhindarkan.

Untuk melakukannya kita butuh tungku api lalu taruh batang bambu di atasnya. Biarkan api mengenai batang namun tidak sampai membakarnya. Butuh perhatian ekstra untuk melakukan ini.

  • Air Kapur

Larutan kapur memiliki kandungan kalsium karbonat yang dapat meningkatkan daya tahan batang bambu. Kapur akan melapisi bambu sehingga lebih kuat terhadap kelembaban karena air sulit masuk ke dalam pori-pori.

Selain itu masih ada metode kimia yang lebih tahan lama dibandingkan metode tradisional, proses pengawetan juga bisa dilakukan lebih cepat. Tapi karena kita menggunakan bahan kimia maka kita harus lebih berhati-hati.

Pages: 1 2

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 Flex Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top