Wanita

Kekerasan Terhadap Perempuan

kekerasan-terhadap-perempuan

Perempuan diciptakan untuk disayangi dan dihormati, namun kini tampaknya hal tersebut tidaklah berlaku karena pada kenyataannya banyak perempuan mendapatkan kekerasan baik dalam rumah tangga maupun dalam kehidupan sehari – harinya.

Perempuan adalah makhluk yang lemah, hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh para kaum laki – laki khususnya untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan, karena ketidakberdayaan mereka untuk melawan membuat kaum perempuan semakin terpuruk jiwanya karena diperlakukan semena-mena oleh para laki – laki.

Para perempuan biasanya banyak mendapatkan kekerasan, yang dilakukan oleh orang orang terdekatnya, tak terlebihpun mereka mendapatkan kekerasan dari kaum laki laki yang tak lain dan tak bukan adalah pasangan hidup dari para perempuan tersebut.

Orang yang seharusnya mampu menjadi pengayom dan pelindung perempuan ini, menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk menyakiti dan melakukan kekerasan kepada perempuan.

Hal – hal yang biasa memicu laki – laki melakukan kekerasan terhadap perempuan adalah hal yang sepele, namun sering kali berkaitan dengan cinta dan masalah ekonomi.

Meskipun sudah ada hukum yang memayungi tentang tindak kekerasan terhadap perempuan ini, namun masih saja hal tersebut tidak diindahkan oleh para kaum laki – laki untuk menjaga sikap mereka agar tidak menyakiti dan melukai perempuan.

Bentuk – bentuk kekerasan yang pada umumnya sering terjadi dan dilakukan oleh para kaum laki – laki adalah pemukulan, penganiayaan, dan pelecehan seksual.

Dalam pandangan hukum di Indonesia tentang hukuman kekerasan terhadap perempuan sangatlah tidak ringan. Hal tersebut diatur dalam undang – undang pasal 351 -356 (KUHP) yang menyimpulkan bahwa bila penganiayaan dilakukan terhadap keluarga terdekat atau orang yang seharusnya dilindungi maka hukumannya ditambah sepertiga dari jumlah hukuman penganiayaan yang dilakukan terhadap orang lain.

Selain itu dalam kasus isteri ( perempuan ) dibawah umur 16 tahun maka apabila suaminya menyebabkan luka – luka dalam proses berhubungan intim maka si suami bisa didakwa melanggar pasal 288 KUHP.

Hal ini tentu sudah jelas bahwa hukum di Indonesia memberikan saksi keras terhadap siapapun khususnya kaum laki – laki yang melakukan kekerasan terhadap perempuan.

Namun, masih banyak saja kaum laki – laki yang tidak menyadari kesalahan mereka tersebut. Untuk itu bagi kaum perempuan, penting sekali bagi Anda untuk menjaga dan melaporkan hal – hal yang merugikan fisik dan jiwa Anda kepada pihak yang berwajib ketika Anda mendapatkan kekerasan dari kaum laki – laki, baik itu pasangan maupun teman dekat Anda.

(**WANITAPLUS.COM)

Artikel Lainnya

Most Popular

To Top