Keluarga

Mengenal Lebih Jauh Anemia Defisiensi Besi (ADB)

anemia defisiensi besi

Anemia mungkin sudah banyak dikenal masyarakat. Penyakit kekurangan sel darah merah ini dapat menjangkit siapa saja.

Apakah penyebab anemia? Anemia merupakan penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya asupan zat besi dalam tubuh.

Zat besi merupakan komponen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya adalah berperan dalam pembuatan sel darah merah.

Oleh karena itu, penderita anemia sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran hijau.

Sekarang pun sudah ada kemudahan untuk langsung mengkonsumsi penambah darah dalam bentuk tablet. Akan tetapi alangkah baiknya jika kita menggunakan yang alami.

Karena bisa jadi menggunakan obat-obat kimia itu sama saja menyembuhkan penyakit dengan menumpuk penyakit lain, sehingga obat-obatan herbal menjadi pilihan yang sangat tepaat dan murah.

Hal ini membuat penderitanya, khususnya anak-anak mengalami gejala lemas, pucat, dan cepat lelah. Selain itu, pada anak-anak mereka akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.

Selain itu, penyakit ini juga membuat kecerdasan anak rendah. Pasalnya zat besi adalah pembentuk sel darah merah, dan sel darah merah berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Jika kekurangan zat besi, maka proses produksi sel darah merah akan terhambat dan sirkulasi oksigen tidak lancar.

Anemia merupakan penyakit yang berbahaya jika menjangki lama, terutama untuk balita dan anak-anak. Hal ini seharusnya menyadarkan Bunda untuk melakukan upaya-upaya pencegahan anemia defisiensi besi (ADB).

Apakah anggota keluarga Anda ada yang divonis mengalami anemia defisiensi zat besi? Kalau ia tentu dokter sudah menjelaskan penyebabnya bukan?

Sesuai dengan namanya, penyebab anemia yang satu ini adalah karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh penderita.

Padahal, zat besi ini sangat bermanfaat dalam proses pembentukan sel-sel darah merah, sehingga produksinya menurun.

Hal ini berbahaya mengingat fungsi sel darah merah yang sangat penting, antara lain sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, kita harus segera mengetahui gejala-gejala anemia defisiensi besi. Gejala-gejala tersebut antara lain anak terlihat lemas, lesu, pucat, dan sulit berkonsentrasi.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan rendahnya kecerdasan anak jika terlalu lama tidak diobati. Setelah mengetahui gejala, penyebab, serta dampak buruk ADB, maka sebaiknya kita melakukan pencegahan secara dini penyakit anemia defisiensi besi (ADB):

Memberikan ASI ekskulsif pada bayi Setelah 6 bulan dapat diberi susu formula yang difortifikasi zat besi Memberikan tambahan zat besi, hal ini dianjurkan sejak bayi hingga remaja.

Banyak makan makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran hijau (brokoli, bayam, buncis) dan kacang-kacangan.

Mudah bukan cara mencegah Anemia Defisiensi Besi (ADB)?

Nah lakukan upaya ini sejak dini ya Bunda, sebelum ADB menyerang. Yang perlu juga digaris bawahi adalah cara pengolahan bahan pangan yang tepat agar nutrisi maupun kandungan zat besinya rusak. Contohnya dengan memasak sayuran hijau terlalu lama, akan menrusak kandungan-kandungannya.

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 Flex Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top