Keluarga

Tahap Perkembangan Anak

niandra-inara-witarto-1-Optimized

Tahap perkembangan anak anak akan melalui tahapan yang berbeda beda, mulai dari mereka bergerak dari bayi hingga beranjak remaja. Pada setiap tahap perkembangan anak ini akan disertai juga dengan perkembangan otak pada anak. Mengenai tahapan perkembangan anak itu sendiri juga ditentukan secara genetik. Namun, keadaan lingkungan dan orang orang sekitarlah yang sangat mempengaruhi setiap perkembangan anak tersebut.

niandra-inara-witarto-1-Optimized

tahap perkembangan anak

Usia anak dapat dijadikan indikator untuk melihat tahap perkembangan anak untuk melihat apakah sudah mengalami perkembangan sesuai dengan usia mereka atau belum.

Artikel ini bertujuan untuk membantu para orang tua agar dapat memahami dan memberikan dukungan apa yang anak anak mereka butuhkan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak dan usia mereka dengan harapan agar anak dapat melalui setiap tahapan dengan mudah dan berhasil

Tahapan Perkembangan Anak #1 Bayi ( Usia 0-2 tahun )

Membesarkan bayi adalah pekerjaan yang menarik dan menantang apalagi untuk pasangan suami istri yang memiliki bayi untuk pertama kalinya. Pada masa ini adalah waktu yang tepat untuk menguatkan ikatan dengan anak yang akan berlangsung seumur hidup untuk memberikan anak ikatan batin dan kemampuan untuk berhubungan secara positif dengan orang lain.

Ini juga merupakan waktu yang tepat bagi orang tua untuk mengarahkan anaknya pada hal hal yang baik. Setiap anak memiliki karakter yang unik dan sangat penting bagi orang tua untuk belajar mengerti, menghormati, mendukung dan mendorong karakteristik unik dan kemampuan tiap anak.

Tahap Perkembangan Anak #2 Balita ( Usia 3-5 tahun )

Ketika seorang anak sudah mulai bisa berjalan sendiri, sebuah fase baru akan dimulai. Pada tahap ini anak anak akan memulai petualangan mereka untuk mengenal dunia disekitar mereka. Ini adalah saatnya bagi mereka untuk mengeksplorasi secara aktif lingkungan mereka.

Mereka akan memulai untuk memahami bahasa yang mengarah untuk belajar menghafal nama nama obyek yang menarik, kemampuan untuk meminta hal hal yang mereka inginkan dan mereka lihat. Dan yang perlu diingat, mereka sudah bisa mengatakan “TIDAK”.

Selama dalam tahap ini, tantangan yang paling utama adalah mengembangkan apa yang disebut dengan psikologi regulasi emosional. Banyak orang tua yang kehilangan masa ini, orang tua harusnya ikut membantu untuk membentuk ekspresi emosional mereka.

Seperti contoh, pada masa ini mereka seringkali mengatakan “TIDAK”, hal ini juga perlu diajarkan kepada anak agar mereka juga bisa menerima atau menguasai ekspresi emosional mereja jika orang lain juga mengatakan “TIDAK” kepada dirinya.

Pada tahap ini merupakan tahap pertumbuhan fisik dan intelektual yang cepat, berilah mereka bekal seperti mampu berinteraksi dan dapat bekerja sama dengan rekan rekan sementara mereka juga mampu untuk bersaing secara fisik dan intelektual sebelum mereka memulai untuk sekolah.

Orang tua harus menjadi seorang pelatih yang mampu memberikan dorongan, dukungan dan bimbingan yang tepat. Orang tua juga perlu berbicara dengan guru sekolah mereka untuk berdiskusi dengannya sehingga para orang tua dapat memiliki konsep dan keterampilan baru yang dapat diterapkan di rumah guna untuk mendukung tahap perkembangan anak.

Tahap Perkembangan Anak #3 Anak di Masa Sekolah ( Usia 6-12 tahun )

Membesarkan anak anak pada usia sekolah merupakan hal yang luar biasa. Melihat mereka melakukan kegiatan kegiatan baru, melihat mereka pada suatu pertandingan dan dapat memberikan tepuk tangan atas prestasi yang mereka capai.

Namun, untuk mencapai hal itu semua terkadang banyak orang tua yang awalnya merasa frustasi, para orang tua juga harus belajar untuk menerima kelemahan dari para anak mereka dan memberikan dukungan agar mereka dapat menjadi lebih baik. Ingat, Anda adalah pelatih bagi anak anak Anda. Tidak peduli apa usaha Anda tersebut.

Jika balita dan anak prasekolah membutuhkan pengawasan yang konstan, anak anak usia sekolah membutuhkan pengawasan yang lebih bebas. Namun, orang tua tetap memberikan pilihan yang tepat bagi anak anaknya dan memberikan latihan disiplin. Orang tua juga perlu menanamkan moral yang baik secara bertahap pada anak.

Anak anak yang berjuang dalam mengembangkan diri mereka butuh dorongan dan pujian agar mereka semakin berprestasi, tetapi orang tua juga harus siap apabila kemungkinan anak anak akan mengalami bentuk suatu kekecewaan yang bisa mengubah perilaku mereka. Ajarilah mereka dalam belajar dan menerima suatu kesalahan serta kekalahan.

Tahap Perkembangan Anak #4 Remaja ( Usia 13-18 tahun )

Tidak ada yang tidak setuju bahwa masa remaja adalah masa yang paling menantang bagi kedua orang tua dan anak anak.

Pada masa SMU merupakan masa yang seringkali diingat oleh sebagian besar orang. Hal ini sering disertai dengan perubahan fisik yang drastis, banyak intimidasi dari teman teman dan merupakan langkah baru untuk menjadi mandiri.

Anda akan menghadapi anak anak yang memiliki perilaku pasif agresif (“Aku akan melakukannya dalam waktu satu menit”), kesadaran diri (“Apa yang sedang Anda lihat?”), keraguan diri (“Aku tidak dapat melakukan apa apa”) dan mungkin over percaya diri (“Baiklah saya bisa melakukan itu”) dan tentu saja kesedihan dan merenung (“Tinggalkan aku sendiri”).

Masa ini adalah waktu untuk benar benar memulai untuk mendefinisikan diri yang realistis dan merenungkan masa depan. Suatu pengembangan dalam keterampilan dibutuhkan untuk mempersiapkan ke jenjang perguruan tinggi atau pekerjaan.

Memiliki bakat dan keterampilan sosial yang diasah bersifat lebih menjurus. Suatu tekanan dari teman dan dari masyarakat pada masa ini lebih berat dibanding dengan masa masa sebelumnya.

Selama masa remaja, anak anak membutuhkan orang tua mereka lebih dari sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dalam keluarga yang positif, akan membuka komunikasi orang tua dan anak serta akan memberikan dorongan pada anak anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan komunitas yang positif, remaja akan mudah dalam menentukan kemana arah mereka sehingga tidak akan ragu dalam menjalani hidupnya.

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 Flex Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top