Kesehatan

7 Masalah Kesehatan Wanita Penyebab Pria Ilfil, Wanita Wajib Baca!

7 masalah kesehatan wanita penyebab pria ilfill

Pria sebagai makhluk yang bisa dibilang amat sangat tidak peduli terhadap penampilan dan kesehatan dirinya sendiri, namun pria tidak menginginkan seseorang wanita yang dipilihnya yang kelak menjadi seorang pendamping hidupnya akan memiliki karakter yang sama seperti dirinya.

Masalah kesehatan wanita menjadi bahan yang sangat perlu diperhatikan, karena apabila wanita amat tidak peduli terhadap kesehatannya maka tidak perlu diragukan lagi hal tersebut dapat menimbulkan perubahan fisik terhadap wanita yang justru membuat pria ilfil.

Sama layaknya seorang wanita, pria juga memiliki sudut pandang berbeda mengenai seorang wanita yang dikagumi.

Apakah masalah kesehatan wanita yang sering tidak diperdulikan yang membuat si pria ini ilfill? Berikut ulasannya :

1. Bau Mulut

Pertama kali seseorang melakukan hubungan dengan pria adalah dengan melakukan komunikasi secara langsung, maka jangan biarkan Anda memiliki bau nafas yang tidak sedap.

Bau nafas yang tidak sedap berasal dari dalam mulut yang disebut juga halitosis. Terdapat 2 penyebab, yaitu penyebab yang berasal dari luar dan dari dalam, sedangkan penyebab yang berasal dari luar berkaitan dengan makanan yang akan menghasilkan volatile sulphur compounds penyebab bau tak sedap.

Penyebab dari dalam sendiri berkaitan dengan penyakit atau gangguan dari mulut sendiri. Terdapat banyak gangguat tersebut yaitu karies gigi, radang kronis pada saluran pernafasan, dan gangguan pencernaan. Selain rongga mulut, rongga hidung yang terinfeksi juga dapat menjadi penyebab adanya bau mulut.

Infeksi rongga hidung seringkali diderita oleh anak kecil. Gangguan lambung serta usus juga menjadi salah satu penyebab bau mulut. Dan yang paling penting adalah bahwa mulut merupakan manifestasi dari beberapa penyakit dalam yang sangat serius.

2. Bau Badan

Keringat dan bakteri dapat menyebabkan bau badan yang tidak sedap. Terutama bagi kalian wanita yang memiliki sejuta aktifitas, terutama aktifitas yang berat yang dapat mengeluarkan banyak keringat. Bau badan memang sangat mengganggu, apalagi pada wanita yang tentu merasa malu atau kurang percaya diri jika memiliki bau yang tidak sedap.

Bau badan dan ketiak umumnya disebabkan oleh pencampuran antara keringat dan bakteri yang dihasilkan oleh kelenjar manusia yaitu accerine dan apocrine. Hanya menghasilkan kelenjar bening yang tidak berbau semisal yang ada di tangan, punggung, dan juga dahi. Sedangkan kelenjar apocrine biasanya berkaitan erat dengan era tubuh yang ditumbuhi rambut semisal ketiak, hidung, dan kemaluan. Dan ini menjadi pemicu timbul bau yang tidak sedap.

Bau badan maupun ketiak merupakan masalah yang cukup komplek, terutama bagi wanita yang sedang ingin pendekatan terhadap pria, selain dapat mengurangi rasa percaya diri bau badan tentu akan membuat ilfil pria yang sedang ingin kalian kenal.

3. Rambut Lepek

Faktor genetik maupun hormone, merupakan salah satu penyebab rambut lepek. Hormon juga berpengaruh pada kesehatan dan kecantikan rambut. Produksi hormone yang berlebih dapat menyebabkan rambut menjadi lepek dan berminyak. Faktor genetic atau factor keturunan juga menjadi penyebab utama rambut lepek dan berminyak. Jika orang tuamu memiliki rambut lepek dan berminyak, kemungkinan hal tersebut juga akan diturunkan pada anaknya.

Namun, bukan itu kini masalahnya. Tanpa mengidap faktor-faktor itu pun, para wanita, khususnya wanita yang memiliki segudang aktifitas sering mengalami rambut lepek, yang menyebabkan penampilan menurun.

4. Jerawat

Selain ditandai dengan gejala-gejala seperti kulit berminyak dan munculnya bintik-bintik, kadang-kadang jerawat juga menyebabkan kulit terasa panas dan sakit saat disentuh. Ada beberapa bagian pada tubuh yang biasa ditumbuhi jerawat dan yang paling umum adalah wajah.

Jerawat merupakan kondisi  yang umum, artinya sebagian besar orang pernah mengalaminya. Sebagian besar kasus jerawat terjadi pada seseorang yang berusia dibawah 28 tahun. Terutama bagi remaja, mereka sangat rentan terkena jerawat pada usia 14-19 tahun.

5. Obesitas

 Setiap wanita tentu tak ingin mempunyai berat badan yang berlebihan. Selain kurang sedap dipandang dan mengurangi kepercayaan diri, ternyata obesitas (kelebihan berat badan) juga dapat mengundang penyakit di dalam tubuh, seperti jantung koroner, hipertensi dan diabetes.

Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak yang berlebihan. Istilah obesitas ini tentu sudah familiar di telinga wanita. Banyak wanita yang menghindari kondisi tersebut. Selain dapat menurunkan kepercayaan diri dan memicu depresi, ternyata obesitas juga dapat menjadi penyebab munculnya penakit fisik kronis lainnya. Kondisi obesitas biasanya diawali dengan kondisi over weight. Dikatakan over weight atau obesitas itu ada sekalanya sendiri. Menurut WHO, bias dihitung melalui BMI atau Body Mass Index yang juga ada rumusnya.

Untuk menghitung Anda termasuk : underweight, overweight atau obesitas, bias dengan memasukkan rumus : BB(kg)/TB(m) dan hasilnya :

  • Jika BMI < 18.5 = berat badan kurang(underweight)
  • Jika BMI 18.5-24 = Normal
  • Jika BMI 25-29 = Kelebihan Berat Badan (overweight)
  • Jika BMI > 30 = Obesitas

6. Sering Mengantuk Karena Kelelahan

 Memiliki kondisi fisik yang prima, sehat dan bugar adalah dambaan setiap wanita. Jika Anda merasa sering sekali mengalami cepat lelah dan sering mengantuk, maka perlu waspada terhadap timbulnya penyakit serius seperti anemia, diabetes, penyakit jantung, gangguan hormone dan penyakit lainnya.

Ada banyak penyebab yang membuat orang cepat lelah dan mudah mengantuk, dan yang utama adalah akibat pasokan oksigen dalam darah tidak lancer sehingga supply oksigen ke otak berkurang.

7. Depresi

Adalah penyakit yang diakibatkan ketidakseimbangan neurotransmitter otak sehingga memberikan efek nyata pada kehidupan sehari-hari. Siapapun yang menderita depresi, adalah nyata, bukan suatu khayalan seperti penyakit ketidakseimbangan neurotransmitter skizofrenia. Riset mengatakan bahwa faktor-faktor lain berkontribusi terhadap terjadinya depresi, meliputi genetika, perubahan kadar hormon, kondisi medis tertentu, stress, kesedihan atau keadaan hidup sulit.

Artikel Lainnya

Most Popular

To Top